1. Akibat-akibat jasmaniah dan rohaniah
Akibat-akibat jasmaniah dari penyaksian UFO secara langsung dapat berupa: Keluhan mata dari mulai peradangan bola mata sampai kepada kebutaaan sementara. Lumpuh sebagian atau kehilangan pengendalian otot-otot sadar. Luka-luka bakar akibat gelombang panas atau berkas sinar dari UFO. Kehilangan nafsu makan. Rasa seperti tanpa bobot. Penyembuhan dari luka kulit yang meradang.
Akibat-akibat rohaniah dari penyaksian UFO dapat berupa:
- Bingung, linglung, dan gejala disoerientasi lainnya.
- Kehilangan rasa waktu.
- Halusinasi audio visual.
- Tidak dapat tidur, impian yang menakutkan dan perubahan tingkah-laku yang drastis.
- Menjadi serba tahu.
![]() Akibat-akibat jasmaniah dan rohaniah (sumber: blogspot.com) |
2. Semakin banyak orang yang percaya adanya UFO
Menurut hasil survai lembaga pendapat umum di Amerika Serikat yang bernama Survei Gallup, yang dilakukan di dalam tahun 1978. 57% atau lebih dari 100 juta penduduk Amerika Serikat percaya UFO itu nyata. 51% percaya adanya makhluk-makhluk seperti kita di planet-planet lain. Angka-angka yang sama untuk survei pendapat umum tahun 1966 ialah 46% dan 34%. Selanjutnya Survei Gallup tahun 1978 juga mengungkapkan, bahwa 9% dari penduduk Amerika Serikat, atau 13 juta orang, pernah menyaksikan UFO. Hasil lain yang menarik ialah bahwa ternyata generasi muda lebuh banyak yang pernah melihat UFO dan lebih mudah menerima kenyataan UFO serta kemungkinan adanya kehidupan di luar bumi, jikalau dibandingkan dengan generasi tua. Berdasarkan asumsi bahwa pendapat umum di Amerika Serikat tersebut di atas tidak akan banyak berbeda dari pendapat umum di seluruh dunia, maka jelaslah kecenderungan yang semakin meningkat dari pendapat umum, dan dengan demikian juga sikap mental, yang positif terhadap masalah UFO dan yang meliputi seluruh dunia.
![]() Semakin banyak orang yang percaya adanya UFO (sumber: blogspot.com) |
3. Meluasnya kesadaran kosmis
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa semakin meluasnya pendapat umum yang menerima kemungkinan adanya UFO dan kehidupan cerdas di luar bumi akan dibarengi dengan meluasnya kesadaran tentang posisi umat manusia di dalam alam semesta ini serta hubungannya dengan umat-umat manusia lainnya. Skala berpikir mondial dengan demikian diperluas dengan skala yang lebih besar, entah interstellar, intergalaktik atau mungkin interdimensional, tergantung dari tempat asal kecerdasan luar bumi pertama yang akan mengadakan kontak resmi dengan kita.
![]() Meluasnya kesadaran kosmis (sumber: blogspot.com) |
4. Timbulnya rasa ketergantungan kepada luar bumi
Buku-buku karangan Dr. Erich von Daniken tentang kemungkinan kunjungan astronot-astronot luar bumi di zaman purbakala telah menyebarluaskan persangkaan, bahwa karya-karya besar peradaban-peradaban yang lalu hanya dimungkinkan oleh campur tangan makhluk-makhluk luar bumi yang cerdas. Padahal teori yang dikemukakan itu sebenarnya masih jauh dari sempurna dan belum dapat menjawab semua teka teki atau malahan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru. Misalnya jikalau baik peradaban Mesir kuno maupun Indian kuno di Amerika Selatan menerima bantuan teknik dari luar bumi. Demikian pula raja-raja Fir’aun menurut penelitian modern dengan Sinar X ternyata meninggal pada usia sangat muda, yaitu ketika mencapai umur belasan tahun. Dan bangsa Indian kuno sangat menderita berbagai macam penyakit, di antaranya ada yang sebelum Columbus datang, penyakit itu hanya dikenal di benua Amerika saja.
![]() Bukti UFO zaman prasejarah (sumber: blogspot.com,uniknya.com) |
5. Timbulnya kultus UFO
Perkembangan kemasyarakatan yang negatif setelah munculnya masalah UFO ialah timbulnya kelompok-kelompok yang mengkultuskan UFO, seperti yang terdapat di Amerika Serikat. Kultus UFO itu dapat dianggap sebagai bentuk ketergantungan kepada luar bumi yang ekstrem. Mereka menganggap bahwa umat manusia sekarang tidak dapat diharapkan lagi untuk memperbaiki dirinya sehingga mengharapkan intervensi ekstra terrestrial untuk menyelamatkan dunia kita. Ketidakmampuan kalangan ilmu pengetahuan kita untuk memberikan keterangan yang memuaskan dianggap sebagai bukti keunggulan kecerdasan luar bumi yang mereka andalkan, meskipun hal itu untuk sebagian disebabkan oleh sikap keliru dari kalangan ilmu pengetahuan kita yang tidak mau membuka pikirannya baginya. Dengan demikian kultus UFO di kalangan masyarakat yang sudah maju, anehnya sama saja dengan gejala kultus terhadap pesawat-pesawat angkut dari Perang Dunia ke-2, atau “Cargo Cult”, yang terdapat di sementara suku bangsa primitif.(**)
![]() |





Tidak ada komentar:
Posting Komentar